azzahra-algontory.ponpes.id – Ramadhan sarat akan kemuliaan dan dinanti kedatangannya oleh umat Islam. Berbagai kegiatan dapat dilakukan dalam menyambut bulan suci ini, misalnya membaca puisi di bulan Ramadhan. Sejak masa lampau, puisi telah dikenal sebagai karya seni yang memiliki keindahannya sendiri. Membentuk kata dalam puisi dapat melatih kepekaan akan keindahan. Berikut beberapa contohnya:
Puisi Menyambut Datangnya Ramadhan
Bulan yang disebut lebih baik dari seribu bulan ini dapat disambut dengan aktivitas unik, misalnya mengirimkan puisi ke sanak saudara, teman, dan lain-lain melalui grup WhatsApp. Berbagai manfaat yang didapatkan dengan mengirimkan puisi tersebut misalnya:
- Menyampaikan kabar gembira jika bulan Ramadhan akan datang.
- Menyambung silaturahmi dengan orang lain yang telah lama tidak berkomunikasi.
- Menjadi pelopor dalam menyebarkan kebaikan dengan cara yang menyenangkan. Karya puisi lebih menarik dan indah daripada berita kurang penting atau pesan berantai semata.
Nah, saat-saat menjelang Ramadhan datang merupakan masa dimana masyarakat paling antusias dan mempersiapkan banyak hal. Maka kemudian, di bawah ini adalah puisi di bulan Ramadhan yang menggambarkan antusiasme seseorang dalam menanti kedatangan Ramadhan:
Bintang yang bermunculan di gelapnya malam
Menggambarkan adanya terang di tengah luasnya kegelapan
Merindu akan cahaya yang akan menghampiri
Bulan yang sarat pengampunan dan keberkahan
Sinar rembulan mengingatkan akan Ramadhan
Kedatangannya kami nanti sambil menyeruput kopi
Tiap tahun kami menanti Ramadhan
Begitu pula berjuta umat yang merindukan ketenangan
Marhaban Yaa Ramadhan
Demikian suara yang kudengar di televisi dan pusat perbelanjaan
Membuatku tersenyum dan diam-diam terenyuh
Mengucap syukur masih diberi waktu untuk merasakan Ramadhan
Berharap dosa akan terkikis
Tentunya diiringi sikap dan perilaku nyata
Ya Allah, Tuhan Kami yang Agung
Mohon dampingi kami agar tak sombong dan terus tunduk pada-Mu
Puisi Saat Menjalankan Ramadhan
Tidak hanya bersemangat ketika menunggu datangnya Ramadhan, namun juga saat pelaksanaannya. Di tahun 2020 lalu, masyarakat harus menghadapi kenyataan pahit bahwa Ramadhan tidak lagi sama seperti sebelumnya. Begitu juga dengan 2021 dimana aktivitas perayaan lebaran masih dibatasi. Terlepas dari kekurangan tersebut, kemuliaannya tidak berkurang dan tergambar dalam puisi di bulan Ramadhan berikut:
Aku melihat tanda-tanda kelemahan
Tidur siang mendapat pahala
Demikian juga aktivitas perdagangan dan jasa
Satu per satu intensitas dikurangi
Atas nama Ramadhan
Demi menguatkan puasa dan perut yang mulai berbunyi
Demi dahaga di penghujung siang
Lagi-lagi aku melihat banyak tubuh dan hati yang melemah
Namun benarkah demikian?
Semestinya puasa merupakan masa untuk berperang
Melawan diri sendiri
Dengan kemampuan mengendalikan diri di sanalah kita menang
Ramadhan bukanlah waktu untuk bermalas-malasan
Dengan dalil sedang berpuasa
Namun justru waktu untuk bangkit dan mengasah keimanan
Menantang diri untuk menjadi manusia yang tangguh
Puisi Menjelang Akhir Ramadhan
Masa dimana Ramadhan akan berakhir tampaknya menjadi situasi yang menyedihkan karena belum banyak kesempatan beribadah yang dimanfaatkan dengan baik. Seringkali juga didominasi hal yang sia-sia, dan kurang memaknai Ramadhan itu sendiri. Di masa inilah masyarakat perlu mengevaluasi diri dan memanfaatkan akhir Ramadhan dengan baik. Berikut puisi untuk merefleksikan Ramadhan:
Ramadhan yang memberi ketenangan pada jiwa
Tak terasa akan segera usai
Tiada yang dapat menandingi keindahannya
Ketenangan yang dirasakan dengan hati
Melirik kembali Ramadhan tahun ini
Betapa banyak kesempatan berharga
Yang terkadang kulewatkan begitu saja
Lupa bahwa penyertan Allah selalu ada
Hati hanya dapat berharap
Andaikala diberi kesempatan
Untuk bertemu dengan Ramadhan lagi
Akan kucurahkan hati dan energi untuk memaknainya
Itulah beberapa contoh puisi di bulan Ramadhan yang menggambarkan nuansa Ramadhan. Tidak hanya menikmati bacaan puisi, merangkai puisi sendiri juga mendatangkan perasaan menyenangkan. Sebagai bentuk ekspresi akan rasa bahagia yang hadir pada saat Ramadhan, puisi dapat menjadi pilihan yang tepat.







Tinggalkan komentar