Pondok Modern Az-Zahra Al-Gontory Gunung Tugel Banyumas merupakan sebuah Lembaga Pendidikan Islam berbasis pesantren yang menerapkan nilai-nilai keislaman dalam setiap aspek kehidupan sehari-hari dengan menerapkan sistem dan pola pendidikan 24 Jam. Pondok ini berdiri diatas tanah wakaf di Grumbul Gunung Tugel, Kelurahan Karangklesem, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Kurikulum yang digunakan di pondok ini adalah KMI (Kulliyatu-l Mu’allimin Al-Islamiyah). KMI merupakan program Pendidikan tingkat menengah yang mengutamakan pembentukan kepribadian dan sikap mental serta penanaman ilmu pengetahuan Islam kepada seluruh santri dan santriwati.
Dengan totalitas pendampingan, pendidikan dan pengajaran yang baik, santri dan santriwati Pondok Modern Az-Zahra Al-Gontory diharapkan mampu menjadi generasi yang islami, unggul dalam prestasi serta berakhlak qur’ani yang dapat menjadi perekat umat dan menebar manfaat bagi masyarakat.

2.Visi
“Sebagai lembaga pendidikan yang mencetak kader-kader Khoiro Ummah, yang berbudi tinggi dan berpengetahuan luas dengan tetap berjiwa pesantren”

3.Misi
1.Mempersiapkan generasi yang unggul dan berprestasi guna terbentuknya Ummatan Wasathan.
2.Menanamkan nilai-nilai ajaran islam baik dalam bidang akademik maupun non akademik.
3.Mengajarkan ilmu pengetahuan agama dan umum secara seimbang menuju terbentuknya ulama yang intelek.
4.Mampu menerapkan panca jiwa dan motto pondok, dalam kehidupan masyarakat.

4.NILAI DAN FALSAFAH PENDIDIKAN
Nilai-nilai dan falsafah yang menjadi jiwa/ruh serta landasan idealisme pendirian dan pengembangan Pondok Modern akan terus dijaga bahkan semakin dikokohkan, karena jiwa dan falsafah inilah yang akan menjamin masa depannya sendiri. Nilai dan falsafah tersebut adalah:

A.PANCA JIWA
Seluruh kehidupan di Pondok Modern Az-Zahra Al-Gontory dilandasi dan dijiwai oleh nilai-nilai Islami yang dapat disimpulkan dalam Panca Jiwa sebagai berikut:
1.Keikhlasan
Jiwa ini berarti sepi ing pamrih, yaitu berbuat sesuatu bukan karena didorong oleh keinginan untuk mendapatkan keuntungan tertentu. Segala perbuatan dilakukan dengan niat semata-mata untuk ibadah, lillah. Kyai ikhlas mendidik, guru ikhlas mengajar, dan para santri yang ikhlas dalam menjalani proses pendidikan. Jiwa ini menciptakan suasana yang harmonis dan menjadikan santri senantisa siap berjuang dijalan Allah.
2.Kesederhanaan
Sederhana berarti wajar, sesuai kebutuhan, tidak pasif atau nrimo, tidak juga berarti miskin dan melarat. Justru dalam jiwa kesederhanaan itu terdapat nilai-nilai kekuatan, kesanggupan, ketabahan, dan penguasaan diri dalam menghadapi perjuangan hidup. Didalamnya terpancar jiwa yang besar.
3.Kemandirian (Berdikari)
Kesanggupan menolong diri sendiri merupakan senjata ampuh yang dibekalkan pesantren kepada para santrinya. Bukan hanya berarti bahwa santri sanggup belajar dan berlatih mengurus kepentingannya sendiri, tetapi pondok pesantren juga sanggup berdikari sehingga tidak pernah menyandarkan kehidupannya pada bantuan atau belas kasihan pihak lain. Pondoknya mandiri, demikian pula organisasi, sistem, kurikulum, pendanaan, hingga manusianya, semuanya mandiri.

4.Ukhuwah Islamiyah
Kehidupan di pondok pesantren diliputi suasana persaudaraan yang akrab, sehingga segala suka dan duka dirasakan bersama dalam jalinan ukhuwah diniyah. Tidak ada dinding yang dapat memisahkan antara mereka. Ukhuwah ini terjalin bukan saja selama mereka di pondok, tetapi juga berlanjut ketika sudah menjadi alumni dan terjun di masyarakat, sehingga mampu mendorong persatuan umat.
5.Kebebasan
Bebas dalam menentukan masa depan, bebas dalam memilih lahan perjuangan, bebas memilih lapangan penghidupan; sebagai petani, pedagang, pegawai, militer dan berbagai profesi lainnya, selama memberikan manfaat dan tetap mengemban misi perjuangan sebagai pendidik dan da’i di masyarakat.

B.MOTTO PONDOK MODERN AZ-ZAHRA AL-GONTORY
Pendidikan Pondok Modern Az-Zahra Al-Gontory menekankan pada pembentukan pribadi mukmin yang berbudi luhur, berbadan sehat, berpengetahuan luas dan berpikiran bebas. Keempat hal tersebut adalah motto pendidikan di Pondok Modern Az-Zahra Al-Gontory.
1.Berbudi Tinggi
Berbudi tinggi atau akhlak karimah merupakan landasan utama pendidikan pondok kepada seluruh santrinya. Realisasi penanaman moto ini dilakukan melalui semua unsur pendidikan yang ada.
2.Berbadan Sehat
Pembentukan dan pemeliharaan tubuh yang sehat dipentingkan dalam pendidikan di pondok ini. Agar para santri dapat melaksanakan tugas hidup, belajar, dan beribadah dengan sebaik-baiknya.
3.Berpengetahuan Luas
Para santri dipondok ini dididik secara sistematis untuk mempunyai kemandirian intelektual, mampu memperluas wawasan dan pengetahuan mereka. Santri tidak hanya diajari ilmu pengetahuan, tetapi juga diajari cara belajar serta dibekali dengan kunci-kunci yang dapat digunakan untuk membuka gudang pengetahuan.
4.Berpikiran Bebas
Berpikiran bebas harus tetap berdasarkan nilai, karena bebas disini berarti bebas yang aktif dan positif, bebas yang bertanggug jawab serta tetap dalam bingkai syariat dan norma. Moto ini ditanamkan sesudah santri memiliki budi tinggi, badan yang sehat, dan pengetahuan yang luas.

C.Orientasi Pendidikan
Secara garis besar, arah dan tujuan pendidikan dan pengajaran di Pondok Modern Az-Zahra Al-Gontory adalah: Pendidikan Kemasyarakatan; Kesederhanaan; Tidak Berpartai; dan Menuntut ilmu karena Allah.
1.Kemasyarakatan
Pondok Modern Az-Zahra Al-Gontory menjadi laboraturium kehidupan bagi santri-santrinya. Berbagai macam hal yang akan dihadapi santri dimasyarakat, dikenalkan kepada mereka sejak dini. Mereka dilatih organisasi dengan penuh disiplin, kepemimpinan, tanggung jawab, perjuangan, semangat pengabdian, dan kebersamaan, sehingga mampu menjadi pemimpin yang membawa masyarakat kearah kemajuan.
2.Kesederhanaan
Pondok Modern Az-Zahra Al-Gontory mendidik santrinya untuk hidup sederhana. Mempunyai sikap, pola pikir, dan tingkah laku yang wajar, sesuai kebutuhan dan tidak berlebihan.
3.Tidak Berpartai
Pondok Modern Az-Zahra Al-Gontory adalah lembaga pendidikan murni yang tidak berafiliasi partai politik apapun atau organisasi masyarakat apapun. Dengan semboyan “Az-Zahra Al-Gontory Berdiri Diatas Dan Untuk Semua Golongan”, lembaga ini mendidik santrinya untuk menjadi perekat umat yang bebas dalam menentukan masa depan dan lahan perjuangannya.
4.Menuntut Ilmu Karena Allah
Bagi Pondok Modern Az-Zahra Al-Gontory, pendidikan adalah sarana untuk ibadah thalabul ilmi, dan bukan saran untuk mencari ijazah sehingga dapat menjadi pegawai. Pondok menanamkan kepada santri semangat mencintai ilmu dan belajar karena Allah, sebagai manifestasi ibadah yang luhur.

D.FALSAFAH KELEMBAGAAN, PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN
Pondok Modern Az-Zahra Al-Gontory mempunyai Falsafah Kelembagaan, Pendidikan dan Pembelajaran yang dijadikan sebagai pedoman dan dasar-dasar kehidupan serta dinamika Pondok secara keseluruhan.
1.Falsafah Kelembagaan Pondok Modern Az-Zahra Al-Gontory
a. Pondok adalah lapangan perjuangan, bukan lapangan penghidupan.
b. Hidupilah pondok, dan jangan menggantungkan hidup kepada pondok.
c. Pondok adalah tempat ibadah dan thalabul ‘ilmi.
d. Pondok berdiri di atas dan untuk semua golongan
2.Falsafah Pendidikan Pondok Modern Az-Zahra Al-Gontory
a. Apa yang dilihat, didengar, dirasakan, dan dialami santri sehari-hari harus mengandung unsur pendidikan.
Dengan kata lain seluruh kegiatan santri di dalam pondok harus mengandung unsur pendidikan, dan santri menjadi terdidik dengan kegiatan tersebut, ini merupakan bentuk totalitas pendidikan pesantren dan salah satu bentuk pendidikan spektakuler. Artinya, pendidikan tidak terbatas pada proses belajar mengajar di kelas, tetapi juga di luar kelas, termasuk penugasan, latihan kepemimpinan, kerja kelompok, kerja bakti, dan interaksi kehidupan di asrama yang berjalan selama 24 jam dalam pengawasan ketat. Itulah pendidikan yang sesungguhnya.
b. Seluruh mata pelajaran harus mengandung pendidikan akhlak.
Akhlak merupakan pelajaran yang tidak hanya diajarkan tetapi juga diamalkan, sehingga semua pelajaran diharapkan mampu membentuk akhlak dan karakter santri. Dan hal ini bukan sekedar slogan, tetapi juga tertuang dalam motto Pondok Modern, yaitu berbudi tinggi. Kiai, para asatidz, dan seluruh santri harus mencerminkan akhlak yang baik. Maka dari itu, tidak boleh ada mata pelajaran yang menyimpang dari kaidah-kaidah akhlak, atau tidak boleh ada mata pelajaran yang disampaikan dengan tidak menjunjung tinggi akhlakul karimah.
c. Berjasalah tetapi jangan minta jasa.
Keikhlasan adalah nilai utama yang diajarkan dan dididikkan di pesantren, sehingga ditanamkan nilai untuk berbuat, beramal dan berjasa kepada pondok, masyarakat dan umat tanpa meminta imbalan atau jasa. Santri tidak dididik materialistis, yaitu semua serba dihitung dengan materi, melainkan dibangkitkan jiwanya untuk mengabdi dan berjuang di masyarakat tanpa pamrih, karena tujuannya adalah li i’lai kalimatillah, yaitu untuk meninggikan agama Allah. Salah satu ayat di dalam surat Yasin yang artinya “Ikutilah orang-orang yang tiada meminta balasan kepadamu, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk” menjadi slogan yang dipampang di sudut-sudut pondok. Ini telah menjadi semacam doktrin wajib kepada seluruh santri.
d. Mau dipimpin dan siap memimpin, patah tumbuh hilang berganti.
Pondok pesantren adalah tempat untuk mendidik kader umat, sehingga diperlukan mental mau dipimpin dan siap untuk memimpin. Sehingga segala bentuk kegiatan di pondok diatur dan diurus oleh santri sendiri; ada yang menjadi ketua dan anggota, ada yang memimpin dan dipimpin, dan diadakan rotasi kepemimpinan minimal dua kali dalam setahun. Ini juga bagian dari pendidikan kepemimpinan dan kemasyarakatan.
e. Berani hidup tak takut mati, takut mati jangan hidup, takut hidup mati saja, hidup sekali hiduplah yang berarti.
Pesantren juga mengajarkan keberanian untuk hidup, dan hidup yang tidak hanya sekedar hidup. Tetapi hidup yang bermanfaat bagi orang lain sesuai dengan hadis Nabi SAW: “Sebaik-baik manusia adalah manusia yang paling banyak manfaatnya” (HR. Bukhari-Muslim). Sehingga santri memaknai dengan sebenarnya arah dan tujuan hidup ini.
f. Hanya orang penting yang tahu kepentingan, dan hanya pejuang yang tahu arti perjuangan.
Mengetahui tingkatan permasalahan dari yang penting dan yang kurang penting menjadi dasar untuk beraktifitas dan berjuang, sehingga dengan mengerti, tahu, memahami dan melaksanakan, santri dapat belajar tentang perjuangan. Selain itu, pengetahuan atau ilmu adalah kunci dari kegiatan di pondok, tetapi bukan hanya sekedar tahu, santri juga harus berpengalaman dengan terjun langsung. Dengan demikian diharapkan menjadi orang penting dengan mengetahui kepentingan, serta menjadi pejuang dengan tahu arti perjuangan.
g. In uriidu illa al-ishlah maa istatha’tu (aku tidak menginginkan sesuatu kecuali hanyalah perbaikan, sekuat yang aku mampu lakukan) [QS. Hud: 88].
Segala bentuk pendidikan di pondok didasari oleh keinginan untuk memperbaiki dengan usaha yang maksimal semampu yang dapat dilakukan. Manusia pastilah memiliki aib, dosa dan kekurangan, tetapi dengan kekurangan tersebut bukan berarti tidak bisa berbuat baik. Nilai kebaikan, dari berbuat baik dan memperbaiki dengan usaha yang maskimal inilah yang menjadi nafas pendidikan di Pondok Modern Az-Zahra Al-Gontory, sehingga segala bentuk perbaikan mulai marah ataupun dimarahi, menguhukum atau dihukum di pondok didasarkan atas niatan untuk perbaikan.
h. Khair al naas anfa`uhum li al naas (sebaik-baik manusia adalah yang dapat bermanfaat untuk orang lain)
Nilai ini terambil dari hadis Nabi, sehingga salah satu tujuan pendidikan pondok adalah mengkader santri-santrinya untuk menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain, dan tidak menjadi beban bagi orang lain sesuai yang diharapkan oleh Nabi.
i. Pendidikan itu by doing, bukan by lips.
Pendidikan di pondok bukan hanya sekedar diceramahkan, atau di pidatokan akan tertapi juga dilakukan dengan uswah hasanah, sehingga santri dapat memahaminya dengan lebih kongkrit serta meneladaninya. Dimulai dari pembekalan melaui ceramah, pengarahan kemudian naik menjadi penugasan serta pengawalan dan berakhir dengan uswah hasanah.
j. Perjuangan memerlukan pengorbanan: bondo, bahu, pikir, lek perlu sak nyawane.
Dalam setiap perjuangan pastilah memerlukan pengorbanan, di Pondok Modern Az-Zahra Al-Gontory ditanamkan jiwa berjuang dan jiwa berkorban, dengan segenap yang dimiliki, dari harta, tenaga, pikiran bahkan kalau diperlukan jiwa atau nyawa sekalian.
k. Berbuatlah melebihi apa yang telah diperbuat oleh para pendahulu.
Berprestasi dan selalu melakukan kebaikan adalah nilai yang selalu ditanamkan di Pondok Modern Az-Zahra Al-Gontory. Bahkan bila diperlukan berusaha dengan sebaik mungkin dan sebanyak mungkin sehingga dapat mengimbangi apa yang telah dilakukan para pendahulu kita, bahkan lebih banyak lagi.

3.Falsafah Pembelajaran Pondok Modern Az-Zahra Al-Gontory
Dalam hal pembelajaran atau pengajaran, Pondok Modern Az-Zahra Al-Gontory mempunyai Falsafah Pembelajaran yang dijadikan sebagai pedoman dan dasar-dasar pembelajaran kehidupan serta dinamika kegiatan di Pondok dalam mentrasformasikan nilai-nilai kehidupan dan keislaman kepada santri-santrinya. Berikut Falsafah Pembelajaran Pondok Modern Az-Zahra Al-Gontory:
a. Al thariiqah ahammu min al maaddah, wa al mudarrisu ahammu min al thariiqah wa ruuh al mudarrisi ahammu min al mudarris. (Metode lebih penting daripada materi pelajaran, guru lebih penting daripada metode, dan jiwa guru lebih penting daripada guru itu sendiri)
Dalam proses pembelajaran, Pondok Modern Az-Zahra Al-Gontory lebih mementingkan jiwa guru atau jiwa mendidik dibandingkan materi, metode, dan guru. Materi bisa direvisi, metode bisa berubah dan guru berganti, namun jiwa guru, jiwa mengajar, jiwa memberi inilah yang lebih penting dan tidak tergantikan dengan lainnya. Sehingga dengan demikian, semangat mengajar, menyebarkan kebaikan dan menjadi manfaat kepada orang lain dengan mengajar diharapkan mampu menularkan kebaikan tersebut secara total dan bukan parsial.
b. Pondok memberi kail, tidak memberi ikan
Ini adalah perumpamaan pembelajaran di Pondok Modern Az-Zahra Al-Gontory. Dalam hal ini diibaratkan dengan kail, yang mana dengan kail tersebut, santri dapat memancing sendiri dan mendapatkan ikan sendiri, bahkan mendapat lebih banyak dari pada hanya sekedar diberi ikan. Sehingga santri dituntut untuk banyak mencari sendiri dengan “kunci pengetahuan” yang diberikan pondok dan membuka cakrawala ilmu yang luas, daripada santri diberikan materi-materi dan tidak memiliki kemampuan untuk menggunakan atau mengembangkannya.
c. Ujian untuk belajar, bukan belajar untuk ujian.
Ujian di Pondok Modern Az-Zahra Al-Gontory merupakan salah satu sarana belajar, dan tidak boleh dibalik bahwa santri belajar hanya untuk ujian. Hal ini bertujuan bahwa niat belajar adalah menjadi jiwa setiap santri dalam belajar di pondok dan menjadikan santri bersemangat dalam belajar dari awal tahun pelajaran dan tidak hanya sekedar menjelang ujian.
d. Ilmu bukan untuk ilmu, tetapi ilmu untuk ibadah dan amal.
Harapan Pondok Modern Az-Zahra Al-Gontory dalam proses pembelajaran bukan hanya sekedar transformasi keilmuan saja, melainkan lebih dari itu. Bahwa ilmu yang didapat bukan sebatas nilai ujian, melainkan ilmu adalah yang didapat dan diniatkan untuk beribadah kepada Allah dan ilmu tersebut diamalkan oleh santrinya. Sehingga santri tidak berorientasi kepada nilai, tetapi kepada mencari ridha Allah dan mengamalkan ilmu yang telah dipelajari di pondok.
e. Pelajaran di Pondok Modern Az-Zahra Al-Gontory: agama 100% dan umum 100%.
Falsafah ini merupakan sebuah bentuk totalitas pendidikan di Pondok Modern Az-Zahra Al-Gontory. Bukan berarti bahwa bila diprosentasikan jumlah pelajaran agama dan umum menjadi 200%, melainkan semangat nilai, kesungguhan dan totalitas. Dalam artian, ketika pelajaran agama, santri diajar dengan 100% kesungguhan, demikian pula pada pelajaran umum. Pondok Modern Az-Zahra Al-Gontory tidak melihat ilmu secara dualisme, antara agama dan pengetahuan umum berbeda, melainkan pengetahuan agama dan umum merupakan kesatuan ilmu yang tidak terpisah.

E.PANCA JANGKA PONDOK MODERN AZ-ZAHRA AL-GONTORY
Dalam rangka mengembangkan dan memajukan Pondok Modern Az-Zahra Al-Gontory, dirumuskanlah Panca Jangka yang merupakan program kerja Pondok yang memberikan arah dan panduan untuk mewujudkan upaya pengembangan dan pemajuan tersebut. Panca Jangka Pondok Modern Az-Zahra Al-Gontory adalah sebagai berikut:
a.Pendidikan dan Pengajaran
Maksud dari jangka ini adalah berusaha secara maksimal untuk meningkatkan dan menyempurnakan pendidikan dan pengajaran di Pondok Modern Az-Zahra Al-Gontory. Az-Zahra Al-Gontory memiliki misi mendirikan lembaga pendidikan Islam, dimana generasi muda dapat menimba ilmu, menambah wawasan dan menyerap sistem pendidikan serta pengajaran yang memadai. Dengan demikian, diharapkan lembaga ini kelak mencetak kader-kader umat, bangsa dan masyarakat yang berkompeten dalam mengisi kemerdekaan dan perjuangan bangsa Indonesia. Pendidikan dan pengajaran di Pondok Az-Zahra Al-Gontory akan dimulai dari ­jenjang pendidikan sekolah menengah pertama dan atas, yang kemudian dilanjutkan dengan pendidikan strata satu, hingga disempurnakan menjadi universitas Islam yang bermutu dan berarti, dan menjadi sumber ilmu pengetahuan agama Islam dan ­bahasa Arab. Selain itu juga menjadi pusat pembinaan kemasyarakatan dan menjadi perekat umat Islam.
b.Kaderisasi
Sejarah timbul dan tenggelamnya suatu usaha, terutama hidup dan matinya pondok-pondok di tanah air, memberikan pelajaran tentang pentingnya kaderisasi. Sudah banyak riwayat tentang pondok-pondok yang maju dan terkenal pada suatu masa, tetapi kemudian menjadi mundur dan bahkan mati setelah pendiri atau kiai pondok itu meninggal dunia. Di antara faktor terpenting yang menyebabkan kemunduran ataupun matinya pondok-pondok tersebut adalah tidak adanya program kaderisasi yang baik. Bercermin pada kenyataan ini, dan belajar dari Pondok Modern Darussalam Gontor, Pondok Modern Az-Zahra Al-Gontory memberikan perhatian terhadap upaya menyiapkan kader yang akan melanjutkan cita-cita, mewarisi nilai dan menjalankan visi misi Pondok.
c.Pergedungan
Jangka ini memberikan perhatian kepada upaya penyediaan prasarana dan sarana pendidikan dan pengajaran yang layak bagi para santri.
d.Khizanatullah
Di antara syarat terpenting bagi sebuah lembaga pendidikan agar tetap bertahan hidup dan berkembang adalah memiliki sumber dana sendiri. Sebuah lembaga pendidikan yang hanya menggantungkan hidupnya kepada bantuan pihak lain yang belum tentu didapat tentu tidak dapat terjamin keberlangsungan hidupnya. Bahkan hidupnya akan seperti ilalang di atas batu, “Hidup enggan, mati tak hendak”.
Dalam rangka mewujudkan usaha untuk memenuhi maksud ini, Pondok Modern Az-Zahra Al-Gontory merancang suatu badan khusus yang mengurusi dana, pemeliharaan dan perluasan wakaf Pondok Modern Az-Zahra Al-Gontory, dalam sebuah naungan Yayasan Az-Zahra Al-Gontory. Yayasan ini mengurusi dan mengembangkan harta wakaf milik pondok.

e.Kesejahteraan Keluarga Pondok
Jangka ini bertujuan untuk memberdayakan kehidupan keluarga-keluarga yang membantu dan bertanggungjawab terhadap hidup dan matinya Pondok secara langsung, sehingga mereka itu tidak menggantungkan penghidupannya kepada Pondok. Mereka itu hendaknya dapat memberi penghidupan kepada Pondok. Sesuai dengan semboyan: “Hidupilah Pondok dan jangan menggantungkan hidup kepada Pondok”.

F.SISTEM PENDIDIKAN DI PONDOK MODERN AZ-ZAHRA AL-GONTORY
Sebagai lembaga pendidikan kader pemimpin yang mengutamakan pembentukan mental karakter anak didiknya, Az-Zahra Al-Gontory menerapkan sistem pendidikan yang integratif, komprehensif dan mandiri.
1.Integratif
Keterpaduan antara intra, ekstra maupun ko-kurikuler dalam satu kesatuan. sehingga mampu secara konsisten memadukan tripusat pendidikan (pendidikan keluarga, sekolah dan masyarakat) dalam satu program. Memasukan antara keunggulan sistem pendidikan pesantren dan sistem pengajaran madrasah dalam satu paket. Mengintegrasikan antara iman, ilmu dan amal, antara teori dan praktek dalam satu kesatuan.
2.Komprehensif
Komprehensif artinya bersifat menyeluruh dan komplit, mengasah semua potensi kemanusiaan, (intelektualitas, spiritualitas, mentalitas, serta fisik) menuju kesempurnaan. Dalam kurikulum pengajaran, menekankan pada keseimbangan antara ilmu agama dan umum, mencakup semua ilmu yang bersifat metodologis maupun bersifat material dan tidak mengenal sistem dikotomis antara ilmu agama dan ilmu pengetahuan umum.
3.Mandiri
Sebagai lembaga pendidikan, Pondok Modern bersifat mandiri, demikian pula organisasi, pendanaan, sistem, kurikulum, hingga SDMnya. Seluruh santri dan guru dilatih untuk mengatur tata kehidupan pondok secara menyeluruh tanpa melibatkan orang lain.
G.METODE PENDIDIKAN DI PONDOK MODERN AZ-ZAHRA AL-GONTORY
Sarana utama dalam pendidikan di Az-Zahra Al-Gontory adalah keteladanan, pembelajaran, penugasan dengan berbagai macam kegiatan, pembiasaan, dan pelatihan, sehingga tercipta miliu yang kondusif, karena seluruh santri tinggal di dalam asrama dengan disiplin yang tinggi. setiap kegiatan dikawal dengan rapat, disertai pengarahan, bimbingan dan evaluasi, serta diisi dengan pemahaman terhadap manfaat, sasaran dan latar belakang filosofinya. Dengan demikian seluruh dinamika aktifitas tersebut dapat berjalan dengan baik dan memberikan hasil optimal.
Sebuah lembaga pendidikan tidak dapat dijamin akan berhasil hanya karena program-programnya telah dirancang secara baik. Diperlukan metode yang benar dan tepat, agar penyelenggaraan kegiatan pendidikan ini berlangsung dan berhasil daya secara maksimal. Berikut ini beberapa metode pendidikan di Pondok Modern Az-Zahra Al-Gontory:
a.Keteladanan
Keteladanan (uswah hasanah) merupakan metode pendidikan yang efektif dan efisien. Hal ini dibuktikan oleh keberhasilan praktik pendidikan yang dilaksanakan oleh Rasulullah SAW. Disebutkan dalam firman Allah: “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (Q.S. al-Ahzâb: 21)
Dalam waktu yang singkat, Nabi SAW telah berhasil membawa bangsa Arab keluar dari kebobrokan sistem dan tatanan kehidupan era jahiliyah dan kegelapan menuju sistem dan tatanan kehidupan yang unggul dan bermartabat di bawah sinaran cahaya tauhid. Penanaman nilai-nilai keikhlasan, perjuangan, pengorbanan, kesungguhan, kesederhanaan, tanggung­ jawab, dan lainnya akan lebih mudah dan tepat sasaran dengan pemberian keteladanan. Penanaman nilai-nilai semacam di atas tidak bisa hanya dilakukan melalui pengarahan, pengajaran, diskusi, dan sejenisnya, karena hal tersebut lebih menyangkut masalah perilaku, bukan semata-mata masalah keilmuan. Keteladanan juga diwujudkan melalui produktifitas dalam berkarya. Seorang pemimpin dan semua pendidik harus menjadi teladan bagi anak didiknya. Di samping itu, pondok sebagai lembaga juga harus menjadi teladan dalam hal produktifitas. Di Az-Zahra Al-Gontory, bagian terakhir ini ditunjukkan melalui aktifitas pembinaan masyarakat, baik pengajian rutin maupun tabligh akbar; pendirian pondok; pembukaan usaha-usaha ekonomi dalam berbagai bidang; perluasan jaringan kerja dengan berbagai pihak; dan seterusnya.
b.Penciptaan Lingkungan (conditioning)
Lingkungan memainkan peran penting dalam proses pendidikan. Dalam pendidikan pesantren dengan sistem asramanya dengan tepat dapat disebut sebagai adanya suatu kesadaran mengenai betapa pentingnya peran lingkungan dalam proses pendidikan. Dengan berada dalam lingkungan yang sama antara guru dan murid, lebih dimungkinkan terjadinya interaksi dan proses pendidikan dan pembelajaran yang berlangsung terus menerus. Santri bukan hanya dapat belajar secara langsung kepada gurunya mengenai persoalan-persoalan keilmuan, tetapi juga belajar mengenai persoalan-persoalan kehidupan. Kiai dan guru dalam lingkungan pesantren itu merupakan figur­figur yang menjadi sumber keteladanan bagi para santri dalam semua dimensi kehidupan.
Terlebih lagi dalam sistem pendidikan pesantren modern, lingkungan dirancang secara sistematis untuk menjadi bagian yang sangat penting dalam proses pendidikan. Santri diwajibkan tinggal di kampus dengan menempati asrama-asrama yang telah ditentukan. Kehidupan mereka selama 24 jam diatur dan diprogram dengan kegiatan-kegiatan yang produktif dan kondusif untuk pencapaian tujuan pendidikan secara lebih optimal. Dalam kehidupan di asrama para santri memperoleh pendidikan kemasyarakatan. Pendidikan nilai-nilai kebersamaan, tolong-menolong, pengorbanan, tanggung jawab, kejujuran, dan nilai-nilai sosial lainnya diselenggarakan dalam kehidupan berasrama. Latihan berorganisasi dan kepemimpinan juga diperoleh santri dalam kehidupan berasrama. Penempatan santri di asrama tidak didasarkan pada asal daerah, kelas, prestasi akademik, maupun status sosial. Penempatan itupun tidak bersifat permanen; setiap satu semester selalu diadakan perpindahan antar kamar, sedangkan perpindahan antar asrama dilakukan setahun sekali. Di asrama para santri latihan berinteraksi sosial dengan santri lain dari latar belakang yang berbeda-beda; daerah, suku, bangsa, sosial, ekonomi, budaya, dan lain-lain. Kegiatan­kegiatan santri di asrama dan seluruh kegiatan santri yang lain dijadwal secara ketat dan dilaksanakan dengan disiplin yang tinggi.
c.Pengarahan
Pengarahan merupakan metode yang penting dalam pendidikan. Sebelum menjalankan suatu program ataupun tugas, seseorang harus mengerti lebih dulu apa sebenarnya tugas yang sedang dikerjakan itu, apa tujuan dari program dan tugas yang telah dicanangkan tersebut, serta bagaimana melaksanakannya secara efektif dan efisien. Pelaksanaan program-program diawali dengan kegiatan pengarahan. Pengarahan-pengarahan itu sebenarnya lebih ditekankan pada sisi nilai dan filosofinya, yaitu nilai-nilai dan filosofi pendidikan yang terkandung di dalamnya. Dengan memahami apa pekerjaan yang dilakukan, mengapa ia melakukan, dan juga mengetahui bagaimana suatu pekerjaan itu dilaksanakan, seseorang akan lebih berpeluang memperoleh hasil maksimal dari pekerjaan-perkerjaan itu.
d.Penugasan
Semua lembaga, organisasi dan unit usaha di Pondok Modern Az-Zahra Al-Gontory dijalankan oleh para guru dan santri sendiri. Tugas seorang guru di Pondok Modern Az-Zahra Al-Gontory tidak hanya mengajar dan membimbing santri, mereka juga diberi tugas untuk mengelola lembaga-lembaga yang ada di pondok yang tidak selalu lembaga akademik. Bukan pemandangan yang ganjil jika seorang guru pada jam mengajar terlihat berpakaian rapi dengan sepatu dan dasi, tetapi sesaat kemudian dia dijumpai telah berganti atribut dan menyetir truk yang memuat bahan-bahan bangunan atau dia melayani konsumen di Az-Zahra Al-GontoryMart dan seterusnya. Demikian pula para santri, mereka diberi tugas-tugas bervariasi mulai memimpin organisasi, mengurus kesekretariatan dan administrasi, menangani koperasi, sampai membersihkan kamar mandi dan toilet, menyapu asrama, mengangkut sampah ke tempat pembuangan dan lain-lain. Semua itu sudah menjadi pemandangan yang lumrah di Pondok Modern Az-Zahra Al-Gontory. Tetapi lebih dari itu, di balik pemandangan itu terdapat kandungan nilai-nilai pendidikan yang hendak ditanamkan oleh pondok kepada para santri. Pendidikan kepemimpinan, kemasyarakatan, kewirausahaan dan berbagai ketrampilan dapat dicapai secara lebih efektif dan efisien melalui penugasan, praktek atau magang semacam itu. Pengerjaan tugas-tugas itu sangat bermanfaat bagi santri yang mengalaminya. Santri juga dipahamkan bahwa tugas-tugas yang mereka kerjakan itu manfaatnya kembali kepada mereka sendiri. Kepada mereka ditanamkan bahwa semua yang mereka perbuat itu adalah untuk kebaikan mereka sendiri; kalau mereka berbuat baik, maka sesungguhnya mereka telah berbuat untuk diri mereka sendiri; kalau mereka bersyukur, berarti mereka telah bersyukur untuk diri mereka sendiri; dan bahwa sebesar-besar keinsafan seorang santri dalam menjalankan suatu tugas, maka sebesar itu pula keuntungan yang akan diperolehnya.
e.Pengajaran
Metode pengajaran yang umum digunakan di pesantren adalah metode sorogan dan wetonan atau bandongan. Metode-metode ini memiliki kelebihan-kelebihan tertentu, terbukti telah banyak tokoh agama dan ulama yang dilahirkan dengan menggunakan metode ini. Tetapi, ditinjau dari sisi efektifitas dan efisiensi, tampaknya metode ini kurang dapat memenuhi kriteria tersebut. Karena itu, perlu metode belajar yang lain yang lebih memungkinkan seorang santri atau peserta didik bisa belajar dengan lebih efektif dan efisien. Di Pondok Modern Az-Zahra Al-Gontory pengajaran dilakukan dengan menghadirkan sistem klasikal dan penjenjangan dalam proses belajar mengajar. Santri dengan tingkat kemampuan yang sama dikelompokkan kelas-kelas dalam jumlah tertentu yang dibatasi. Pengajaran yang berlangsung dalam satu kelompok terbatas, dengan tingkat kemampuan yang merata, ini memudahkan bagi seorang guru untuk mengetahui kadar penguasaan santri terhadap pelajaran­ yang telah diberikan. Seorang guru dapat mengevaluasi pemahaman santri terhadap pelajaran yang telah diberikan pada setiap awal pelajaran dan mengevaluasi pemahaman mereka terhadap pelajaran yang sedang disampaikan pada ketika menerangkan maupun menjelang usainya pelajaran. Metode pengajaran yang diterapkan di Pondok Modern Az-Zahra Al-Gontory tidaklah sama untuk setiap mata pelajaran. Metode itu disesuaikan dengan mata pelajaran yang cocok. Mata pelajaran tertentu menghendaki metode yang berbeda dari mata pelajaran lainnya. Metode-metode yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar antara lain metode ceramah, dialog atau tanya-jawab, latihan, diskusi, demonstrasi, dan metode penugasan. Hapalan juga digunakan untuk mata pelajaran tertentu yang memang menghendakinya.
f.Pembiasaan
Seluruh penghuni pondok dibiasakan dapat mengikuti kegiatan-kegiatan pondok dengan disiplin yang tinggi, penetapan disiplin tidak hanya untuk santri tapi juga untuk guru-guru, kader, anshar dan keluarga. Sehingga seluruhnya dibiasakan dengan kebiasaan yang tinggi dengan pengarahan baik dari kiai, guru dan lain sebagainya. Santri dibiasakan untuk melaksanakan disiplin dan kegiatan-kegiatan dari yang ringan ke yang berat, dari yang mudah ke yang susah, dari sederhana ke yang lebih rumit, dan begitu seterusnya. Dalam kasus tertentu terkadang juga perlu dipaksa untuk menjadikan biasa.

H.Manajemen di PONDOK MODERN Az-Zahra Al-Gontory
Manajemen mencakup segala kegiatan yang terkait dengan pengelolaan suatu proses untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Ini berarti bahwa manajemen itu merupakan suatu bagian yang tak terpisahkan dari pengelolaan suatu proses secara keseluruhan. Sebab tanpa manajemen yang baik, tidak mungkin tujuan suatu organisasi dapat dicapai secara optimal, efektif, dan efisien. Banyaknya unsur yang ada di sebuah pesantren mengharuskan seorang kiai dapat mengelola pesantren yang dipimpinnya dengan baik dan efisien. Secara garis besar mengelola pesantren adalah mengajarkan kehidupan. Adapun manajemen di Pondok Modern Az-Zahra Al-Gontory:
a.Dilaksanakan secara modern dengan falsafah Ikhlas, Cerdas, dan Tangkas.
b.Meliputi manajemen administratif, operasional, personalia dan edukatif.
c.Berorientasi pada upaya pelaksanaan tugas, pencapaian hasil, serta pengembangan dan pengamalannya (task and achievement oriented).

Agar manajemen berjalan secara optimal, efektif, dan efisien, Pondok Modern Az-Zahra Al-Gontory menerapkan beberapa strategi sebagai berikut:
I.Open Management (Keterbukaan)
Dengan penerapan sistem open management, maka lembaga pendidikan pesantren akan mendapatkan keuntungan-keuntungan, antara lain:
1.Dipahami oleh orang/pihak lain.
2.Mendapat kepercayaan dari pihak lain
3.Terhindar dari fitnah dan salah paham.
4.Keterbukaan di Pondok Modern Az-Zahra Al-Gontory dapat dilihat dari transparansi laporan.
II.Kejujuran
Keberhasilan pendidikan pesantren juga ditentukan oleh kejujuran dari personil yang terkait dalam pesantren tersebut. Karena dengan berasaskan pada kejujuran ini, kecurangan, kebohongan, korupsi dan sebagainya dapat dihindari.
III.Kesungguhan
Merupakan kewajiban manusia dalam menuju kesuksesan adalah usaha dengan sekuat tenaga atau kalau perlu sampai tingkat mujahadah. Demikian pula dalam memenej pesantren diperlukan kesungguhan. Pondok Modern Az-Zahra Al-Gontory menanamkan nilai “man jadda wajada” (barang siapa bersungguh-sungguh ia akan sukses) dalam memenej kehidupan santrinya, karena hakekatnya adalah mengajarkan hidup dan arti kehidupan. Namun usaha ini tanpa melupakan usaha batin yaitu berdo’a kepada Allah SWT. karena Allah lah sebenarnya yang menentukan hasilnya.
Akumulasi dari kesungguhan ini menumbuhkan pesan: berkerja keras, berpikir keras, bersabar keras dan berdoa keras. Artinya selalu bersungguh-sungguh dalam bekerja, berfikir, besabar dan berdoa de­ngan menyerahkan hasil usaha kita seluruhnya kepada Allah­ SWT setelah kesungguhan tadi.
IV.Dilandasi oleh Panca Jiwa Pesantren, Motto dan Falsafah Hidup
Kehidupan dalam pesantren dijiwai oleh Panca Jiwa sebagai berikut: Keikhlasan, Kesederhanaan, Berdikari, Ukhuwah Islamiyah, dan Kebebasan. Juga menanamkan motto: Berbudi tinggi, Berbadan Sehat, Berpengetahuan Luas dan Berpikiran bebas. Serta dalam mengatur kehidupan santri selama 24 jam, Pondok Modern Az-Zahra Al-Gontory­ menanamkan falsafah-falsafah hidup, yang dapat dikategorikan dalam falsafah kelembagaan, falsafah kependidikan dan falsafah pembelajaran.
V.Mengutamakan Pendekatan-pendekatan: Manusiawi, Program dan Idealisme
1.Pendekatan Manusiawi
Kiai dalam memenej guru dan santri hendaknya menggunakan pendekatan manusiawi. Guru dan santri memiliki kebutuhan-kebutuhan sebagaimana layaknya manusia berupa kebutuhan-kebutuhan psikologis, rasa aman, sosial, penghargaan dan aktualisasi diri. Hal ini disebut sebagai pendidikan memanusiakan manusia.
2.Pendekatan Program
Sebagai manager pesantren, kiai hendaknya memiliki program-program yang jelas, baik program jangka panjang, menengah atau jangka pendek. Dengan adanya program ini kiai dapat mendelegasikan tugas kepada pihak lain dengan jelas. Selain itu kiai juga memberikan arahan tentang strategi-strategi yang dapat digunakan untuk mencapai program-program tersebut.
3.Pendekatan Idealisme
Dalam memenej personil, kiai hendaknya berdasar pada idealisme sehingga penerima tugas akan mengerjakan tugas berdasarkan idealisme yang dimiliki, tidak bekerja asal-asalan.

5.TEMPAT DAN LOKASI
Lokasi Pondok Modern Az-Zahra Al-Gontory berada di Desa/Kelurahan Karangklesem, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas, Propinsi Jawa Tengah berupa wakaf dari umat Islam.

6.STATUS KEPEMILIKAN
Pondok Modern Az-Zahra Al-Gontory adalah lembaga pendidikan Islam yang dikelola oleh Yayasan Pemeliharaan dan Pengembangan Pondok Modern Az-Zahra Al-Gontory, yang merupakan Badan Hukum dengan Akte Notaris Ika Nur Lindia Devi, S.H, MKn, nomor 05 tanggal 25 November 2020 dan telah terdaftar di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum nomor: AHU – 0022887.AH.01.04 Tahun 2020.
Seluruh aset dan kekayaan Yayasan Pemeliharaan dan Pengembangan Pondok Modern Az-Zahra Al-Gontory telah diwakafkan kepada umat Islam. Jadi seluruh tanah, bangunan dan sarana pendidikan di Pondok Modern Az-Zahra Al-Gontory berstatus sebagai “Wakaf” milik umat yang dikelola secara kolektif oleh Nadhir Wakaf, yaitu Pondok Modern Az-Zahra Al-Gontory.

7.KURIKULUM PENDIDIKAN
Kurikulum Pendidikan di Pondok Modern Az-Zahra Al-Gontory sering disebut sebagai “Kurikulum Hidup dan Kehidupan” karena berlangsung di mana saja sepanjang hari dan malam, serta dikemas dalam bentuk program pendidikan yang integral dan kompehensif, dibawah bimbingan, pengawasan dan evaluasi dari para Penanggung Jawab Pelaksana Pendidikan (Kiai, Asatidz yang dibantu oleh santri-santri Senior).
Jam belajar/pendidikan di Pondok Modern Az-Zahra Al-Gontory dimulai pada jam 04.00 saat shalat subuh dan berakhir pada pukul 22:00 WIB. Jam belajar ini terbagi menjadi dua bagian: Pendidikan formal dimulai dan pukul 07.30 – 11:55 dan Pengasuhan dimulai pukul 04.00-22.00.
Kurikulum Pondok Modern Az-Zahra Al-Gontory/Kulliyatul Mu’allimin Al Islamiyah (KMI) yang bersifat akademis dibagi dalam beberapa bidang, yaitu:
1.Bahasa Arab
2.Dirasah Islamiyah
3.Ilmu Keguruan dan Psikologi Pendidikan
4.Bahasa Inggris
5.Ilmu Pasti
6.Ilmu Pengetahuan Alam
7.Ilmu Pengetahuan Sosial
8.Keindonesiaan/ Kewarganegaraan.

Bahasa Arab dan bahasa Inggris ditetapkan sebagai bahasa pergaulan sehari-hari dan bahasa pengantar pendidikan, kecuali mata pelajaran tertentu yang harus disampaikan dengan Bahasa Indonesia. Bahasa Arab dimaksudkan agar santri memiliki dasar kuat untuk belajar agama, mengingat dasar-dasar hukum Islam ditulis dalam bahasa Arab. Bahasa Inggris merupakan alat untuk mempelajari ilmu pengetahuan umum. Pengasuhan santri adalah bidang yang menangani kegiatan ekstrakurikuler dan kokurikuler. Setiap siswa wajib untuk menjadi guru untuk kegiatan pengasuhan pada saat kelas V dan VI. Pelatihan tambahan bagi guru dengan materi yang sesuai dengan standar pendidikan nasional. Keterampilan, kesenian, dan olahraga tidak masuk ke dalam kurikulum tetapi menjadi aktivitas ekstrakurikuler. Siswa diajarkan untuk bersosialisasi dengan membentuk masyarakat sendiri di dalam pondok, melalui organisasi. Mulai dari ketua asrama, ketua kelas, ketua kelompok, organisasi intra/ekstra, hingga ketua regu pramuka. Sedikitnya ada 150 jabatan ketua yang selalu berputar setiap pertengahan tahun atau setiap tahun.
8.JENJANG PENDIDIKAN DAN MASA BELAJAR
KMI Pondok Modern Az-Zahra Al-Gontory adalah lembaga pendidikan Islam tingkat menengah yang berbasis dan berbentuk “Pondok Pesantren” dengan masa belajar: 6 tahun untuk tamatan Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (Program Reguler) dan 4 tahun untuk tamatan SLTP/Madrasah Tsanawiyah (Program Intensif).
9.SUMBER DAYA MANUSIA
Tenaga-tenaga edukatif terdiri dari:
1.Pimpinan dan Pengasuh Pesantren
(Sebagai Central Figure sekaligus Moral Force bagi seluruh penghuni pondok)
2.Direktur
3.Guru
4.Santri-santri senior

10.OUTPUT PROFIL ALUMNI
1.Mukmin, Muslim, Muhsin
2.Komit pada perjuangan
3.Berjiwa guru
4.Warga Negara yang Baik

KEGIATAN HARIAN SANTRI DAN GURU
PONDOK MODERN AZ-ZAHRA AL-GONTORY
GUNUNG TUGEL – BANYUMAS – INDONESIA
TAHUN AJARAN 2023 – 2024

NO WAKTU KEGIATAN KETERANGAN
1 03.30 – 04.00 Bangun Pagi Wali kamar
2 04.00 – 04.30 Shalat Tahajud Pengasuhan Santri
3 04.30 – 05.00 Shalat Subuh Pengasuhan Santri
4 05.00 – 05.45 Tahfidzul Qur’an QAC
5 05.45 – 06.30 Kegiatan mandiri  
6 06.30 – 07.15 MCK & Sarapan Kopda
7 07.15 – 07.30 Shalat Duha KMI
8 07.30 – 12.00 KBM KMI
9 12.00 – 13.00 Shalat Dzuhur Pengasuhan Santri
10 13.00 – 13.45 Makan siang dan istirahat Kopda
11 13.45 – 15.05 KBM/Kegiatan terjadwal KMI
12 15.05 – 15.45 Shalat Ashar Pengasuhan Santri
13 15.45 – 16.45 Kegiatan mandiri  
14 16.45 – 17.30 Persiapan ke Masjid Wali kamar
15 17.30 – 19.00 Shalat Maghrib & Kajian Pengasuhan Santri
16 19.00 – 19.30 Shalat Isya Pengasuhan Santri
17 19.30 – 20.00 Makan malam Kopda
18 20.00 – 20.45 Kegiatan Bahasa LAC
19 20.45 – 21.30 Belajar Malam Wali Kelas
20 21.30 – 22.00 Persiapan doa malam Wali kamar
21 22.00 – 03.30 Tidur wajib Wali kamar

Kurikulum Pondok Modern Az-Zahra Al-Gontory/Kulliyatul Mu’allimin
Al Islamiyah (KMI) yang bersifat akademis dibagi dalam beberapa bidang, yaitu:

NO BIDANG STUDI MATA PELAJARAN
1 BAHASA ARAB Al-Imla’
2 Tamrin al-Lughoh
3 Al-Insya’
4 Al-Muthola’ah
5 Al-Nahwu
6 Al-Shorfu
7 Al-Balaghoh
8 Tarikh Adab Lughoh
9 DIRASAH ISLAMIYAH Al-Qur’an
10 Al-Tajwid
11 Al-Tarjamah
12 Al-Tafsir
13 Al-Hadist
14 Mustholah al-Hadist
15 Al-Fiqh
16 Ushul Fiqh
17 Al-Faroidh
18 Al-Tauhid
19 Dien al-Islam
20 Muqoronatul Adyan
21 Tarikh al-Islam
22 Al-Mahfudzot
23 Al-Mantiq
24 At-Tarbiyah
25 Psikologi Umum
26 Psikologi Pendidikan
27 Al-Khot al-‘Aroby
28 ENGLISH Reading
29 Grammar
30 Dictation
31 Composition
32 Bahasa Indonesia
33 Tata Negara
34 ILMU PASTI Berhitung
35 Matematika
36 IPA Fisika
37 Kimia
38 Biologi
39 IPS Sejarah
40 Geografi
41 Sosiologi